Belajarlah dari Prinsip Hidup Suku Baduy

Suku Baduy

Suku Baduy Dalam menjalani hidup dengan memegang prinsip yang diajarkan para leluhurnya.Ayo kita belajar dari prinsip hidup dan kesederhanaan Suku Baduy.

Dua hari perjalanan ditemani salah seorang Suku Baduy Dalam, membuat saya penasaran dan banyak bertanya tentang filosofi hidup mereka yang sangat menarik.

Apa yang terpikir di benak kamu tentang Suku Baduy? Terbelakang, primitif, dan menakutkan. Buang semua pikiran itu, Suku Baduy tidak seperti yang disangka banyak orang.

Suku Baduy

Kang Naldi adalah salah seorang Suku Baduy Dalam yang menjadi pemandu ketika saya menjelajah suku pedalaman di daerah Jawa Barat ini. Perjalanan di tempuh dari Ciboleger selama 9 jam pulang pergi dengan berjalan kaki.

Saya tidak melewatkan kesempatan untuk bertanya tentang kehidupan Suku Baduy. Saya bertanya berapa tahun usia rata-rata mereka menikah, untuk laki-laki menikah sekitar usia 17 tahun dan untuk perempuan di usia 13 tahun dengan cara dijodohkan.

Mereka tidak mengenal istilah “bobogohan” atau pacaran, karena hukumnya haram. Hal ini mencegah mereka dari perbuatan yang tidak-tidak secara seksual.

Aturan lain adalah mandi tidak boleh menggunakan sabun atau pun pasta gigi, mereka menggunakan kecombrang atau honje sebagai pengganti sabun mandi, sabut kelapa atau sirih sebagai pengganti pasta gigi.

Mengapa demikian, karena mereka beranggapan sabun dan bahan kimia bisa merusak alam, hebatkan prinsip mereka. Tidak perlu kampanye Greenpeace untuk menyadarkan mereka betapa pentingnya menjaga kelestarian alam.

Larangan makan daging kambing karena tidak bagus untuk kesehatan, sementara ayam dan daging sapi atau kerbau hanya dimakan sesekali saja atau pada saat ada acara keagamaan. Mereka tahu makanan yang sehat dan tidak untuk tubuh.

Suku Baduy
Leuit adalah tempat menyimpan padi hasil garapan

Tidak berlebihan meratapi orang yang sudah meninggal. Sepanjang perjalanan saya tidak menemukan daerah pemakaman. Sedikit menyelidik, ternyata orang Baduy yang meninggal dimakamkan di tanah keluarga. Tidak ada tanda mewah untuk kuburan.

Acara kematian hanya diperingati sampai 7 hari saja, setelah itu kuburan akan difungsikan lagi sebagai lahan olahan berkebun mereka. Prinsip mereka orang yang sudah meninggal akan kembali menjadi tanah, tidak ada guna meratapinya.

Suku Baduy
Anak-anak Baduy kuat dan lincah

Setelah berinteraksi dengan mereka, saya beranggapan betapa bersahajanya cara hidup Suku Baduy. Kalau kamu berkunjung ke sana, jangan lupa pelajari filosofi hidup mereka. Mereka tidak primitif!

 

Repost: Artikel saya di Detiktravel

Sumber: https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-3786746/belajarlah-dari-prinsip-hidup-suku-baduy

About Rina

Halo,, saya Rina Penulis di blog ini, dan Saya sangat suka dengan teh.

View all posts by Rina →

6 Comments on “Belajarlah dari Prinsip Hidup Suku Baduy”

    1. Halo juga Mbk Lita,, iya 4,5 jam berangkat ke Baduy, 4,5 jam pulang dari baduy. Kendaraan hanya sampai Ciboleger, tapi kalau mbak ingin akses yang lebih cepat bisa via Cijahe, hanya diperlukan jalan kaki sekitar 3 jam aja, untuk rute pulang pergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *